banyak orang jawa yang hampir tidak mau mempercayai lagi tentang hitungan pasaran hari dalam pernikahan maupun menentukan psangannnya. mengapa ini terjadi? mungkin karena kurang pengetahuan akan hal itu atau mungkin kurangnya sosialisasi akan pengetahuan jawa. bisa juga karena tidak adanya pelajaran dalam bidang studi di sekolahan.hitungan jawa bukanl;ah kepastian yang harus dipercayai atu diyakini karena itu bukanlah suatu keyakinan yang wajib di yakini , hanya saja menurut saya hitungan jawa itu dahulunya adalah kejadian yang sering terjadi bila antara hitungan A dan B ini dan itu. kalo dalam islam memang tidak ada keyakinan untuk meyakini atau mengimani hitungan jawa.seperti halnya sekarang bila kita mendengarkan berita dari orang yang hidup di suatu daerah yang sering terjadi kecelakaan atau kejadian aneh yang belum terungkap maka kita secara otomatis akan berpikir dan berhati- hati bila melewati tempat itu.kalo kita mendapatkan berita awas jalan A dan jalan B sering makan korban . kita juga kroscek ketempat itu dan melewatinya dengan hati- hati. memang benar semuanya itu sudah ada takdirnya tapi kita juga di perintah kan untuk terus waspada dalam bertindak . kebanyakan dari masyarakat mengatakan bahwa hitungan jawa itu muhal atau tidak mungkin terjadi, nah bila sudah mengalami maka baru sadar memang berat susah dan sengsara bila melanggar.penyesalan seperti ini belumlah terlambat dan masih bisa diperbaiki.sering juga saya temukan orang mengeluh karena tentang tradisi orang jawa. namanya tradisi dan bila itu mau melakukan ya silahkan kalo tidak , ya tidak usa di paksakan.itulqh sedikit tentang gambaran atau tulisan tentang hitungan jawa.
sesepuh jawa tidak memaksakan agar orang jawa mengikuti atu meyakini tentangan hitungan jawa.mereka hanya menemukan kejadian kejadian yang sering di alami pada saat hitungan tertentu dan itu dirasakan berat bagi pelaku hitungan itu. alangkah baiknya bila kita juga menghormati dan menghargai hal itu.dalam hitungan tidak ada paksaaan untuk mengikuti .hitungan jawa sendiri dikarang oleh orang jawa sendiri . jadi itu tidak ada di daerah lain selain jawa. di negara lain mungkin ada hitungan hanya saja berbeda sebutan .seperti halnya di china mengenal adanya keberuntungan atau yang disebut dengan feng shui.intinya apapun namanya itu prediksi untuk hidup lebih baik aman tentram dan kecukupan itu semua ada ilmunya . jadi kita tidak memfonis bahwa percaya dengan hitungan jawa itu musyrik atau kita katakan bid'ah. dunia islam juga punya perhitungan seperti halnya a ba ja dun .
semua itu adalah ilmu dan mungkin karana kedangkalan ilmu kita , jadi kekurang fahaman dan kurang pengetahuan mengenail ilmu -ilmu yang ada didunia ini. baik ilmu kanuragan ilmu kecerdasan dan ilmu strategi. dari sinilah kita akan tahu betepa sedikitnya ilmu kita yang telah kita kuasai. maka dari itu sifat sombon harus kita buang jauh-jauh dari lubuk hati kita. sifat sombong inilah yang melahirkan sifat -sifat yang lain. ajaran agama tentang larangan sifat sombong itu harus benar- benar kita fahami dan hayati.kesimpulan marilah kita menata hati kita sehingga kita bisa punya rasa tawaduk atau kerendahan hati seperti halnya junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. MARI BELAJAR NULIS SESUAI APA YANG ADA DALAM PIKIRAN KITA .SEMANAGAT BELAJAR MENULIS .
SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar